Arkan al-Ma’had dalam Sistem Pendidikan Pesantren
DOI:
https://doi.org/10.37348/aksi.v4i3.1090Kata Kunci:
kiyai, pengajian kitab kuning, santri, masjid atau mushola, asramaAbstrak
Arkan al-Ma’had merupakan unsur-unsur pokok yang menjadi fondasi dalam penyelenggaraan pendidikan di pesantren. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional memiliki karakteristik khas yang berbeda dari lembaga pendidikan lainnya, karena mengintegrasikan fungsi pendidikan, sosial, dan keagamaan dalam satu sistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Arkan al-Ma’had yang meliputi Kyai, santri, masjid atau musholla, pengajian kitab kuning, dan asrama sebagai elemen utama dalam sistem pendidikan pesantren. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kelima arkan tersebut memiliki peran yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Kyai berperan sebagai figur sentral dan pemimpin pesantren, santri sebagai subjek pendidikan, masjid sebagai pusat ibadah dan kegiatan pembelajaran, pengajian kitab kuning sebagai sumber utama keilmuan Islam , serta asrama sebagai sarana pembinaan karakter dan kedisiplinan santri. Dengan demikian, Arkan al-Ma’had menjadi dasar utama dalam menjaga eksistensi dan keberlangsungan pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang khas dan berakar kuat dalam masyarakat.
Unduhan
Referensi
Adib, A. (2021). Metode Pembelajaran Kitab Kuning di Pondok Pesantren. Junal Mubtadiin, 7(01), 241-242.
Dhofier, Z. (2015). Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kyai. Jakarta: LP3ES.
Hannani, Aminah, S., & Firman. (2019). Membendung Paham Radikalisme Keagamaan. Jakarta: Orbit Publishing.
Hariadi. (2015). Evolusi Pesantren; Studi Kepemimpinan Kiai Berbasis Orientasi Esq. Jakarta: Pelangi Aksara.
Hidayat, M. (2017). Model Komunikasi Kyai Dengan Santri di Pesantren. Jurnal Komunikasi: ASPIKOM, 2(6), 385. https://doi.org/10.24329/aspikom.v2i6.89
Khakim, N. (2018). “Sorogan” Menjadi Model Pembelajaran di Pesantren Darul Muttaqin Bantargebang. Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP) STKIP Kusuma Negara, 8(2), 10.
Madjid, N. (2019). Bilik-Bilik Pesantren: Sebuah Potret Perjalanan. Jakarta: Paramadina.
Maharani, A., & A, D. (2021). Strategi Masjid dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat di Masjid Al-Muhajirin Bogor. Al-Urban: Jurnal Ekonomi Syariah Dan Filantropi Islam, 5(2), 108.
Maunah, S. (2020). Lingkungan Pesantren dalam Membentuk Karakter Santri. Cendekia: Jurnal Kependidikan, 14(2).
Najib, M. (2014). Manajemen Masjid Sekolah sebagai Laboratorium Pendidikan Karakter bagi Peserta Didik. Ta’dib: Jurnal Pendidikan Islam, 14(1).
Paramansyah, A., Siradj, S., & Husna, A. I. N. (2022). Karakteristik Pembelajaran Kitab Kuning di Pondok Pesantren: Studi Kasus Pondok Pesantren Sirojul Munir Jatisari Jatiasih Kota Bekasi. 4(2), 226.
Perawironegoro, D. (2019). Manajemen Asrama di Pesantren. Tadbir: Jurnal Studi Manajemen Pendidikan, 3(2), 129. https://doi.org/10.29240/jsmp.v3i2.944
Qomar, M. (2018). Manajemen Pendidikan Pesantren dalam Pembinaan Karakter Santri. Jurnal Pendidikan Islam, 3(1), 53.
Ramdhani, M. A. (2019). Pembelajaran Kitab Kuning di Pesantren. Ta’dib: Jurnal Pendidikan Islam, 24(1), 1-10.
Rasikh. (2018). Pembelajaran Kitab Kuning pada Pondok Pesantren Khusus Al-Halimy. Jurnal Penelitian Keislaman, 14(1), 77.
Satrianu, M. F., Himmawan, D., & Amaliyah. (2025). Mosques, Prayer Rooms, Islamic Boarding Schools and Madrasahs as Centers for Community Empowerment and Preservation of Islamic Culture. Aslama: Journal of Islamic Studies, 2(1), 29-30.
Suismanto. (2014). Menelusuri Jejak Pesantren. Jakarta: Alief Press.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Aan Rianto, Siti Anisah, Dhiyaul Haq Muafa

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









